KISAH PANJANG KOES PLUS


SUMBER: Majalah TOP No. 26
KOES PLUS memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik dengan band Teen Ager’s Voice yang dibentuk Tonny Koeswoyo sekitar tahun 1952.Setelah bertukar nama menjadi Irama Remaja dengan anggotanya Sophan Sophian ,band ini terpaksa dikubur untuk kemudian Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak2 pak Koeswoyo itu terselip pula nama Jan Mintaraga yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik. Baca Kelanjutannya..

Sabtu, 27 Maret 2010

Tak Usang Untuk Dikenang TONNY KOESWOYO

Jumat 2 Maret 2007, nama yang sudah menjadi salah satu legenda musik Indonesia itu berpulang. Dua istri dan lima anak ditinggalkanya,lantaran kanker yang setahun penuh menggerogotinya. Tapi Tonny Koeswoyo telah banyak meninggalkan warisan.Siapapun penyanyi Pop berhutang budi padanya.

Sejak Koes Bersaudara dibentuk tahun 1962 dan kemudian luar biasa berjaya, Tonny selalu berdiri paling depan diantar adik-adiknya.Ia mencipta mengaransir lagu-lagu kelompok musik itu. Ia juga handal memainkan melodi gitar dan organ. Tapi menurut Nomo,adiknya, Tonny juga pandai memainkan semua alat musik termasuk gamelan.”kepinteran Mas Ton,membuat adik-adiknya salut sekaligus hormat,tidak bisa dipungkiri kami memang belajar banyak dari dia”pujinya tulus.

Dalam membuat lagu,Tonny punya konsep musik yang jelas. Ia kerap membuat lagu dalam paduan irama riang dengan lirik yang sederhana yang gampang dicerna. Masih ingat Bis Sekolah ? lagu itu dengan beningnya melukiskan kegelisahan Tonny menunggu bus jemputan sekolah. Dibungkus dengan aransemen dengan bunyi yang tidak terlalu rumit, membuat lagu itu membiaskan unikum Koes Bersaudara. Walau tidak bisa dipungkiri,kelompok itu banyak terpengaruh lagu-lagu The Beatles maupun The Bee Gees, dua kelompok tenar yang amat digandrungi Tonny pada masa hidupnya.

Tonny nekat memilih musik sebagai satu satunya profesi sekaligus sumber nafkahnya. Karena prinsip itu pula, Tonny pernah bertengkar dengan Nomo. ”Pasalnya sederhana.Mas Ton tidak suka melihat saya bekerja diluar musik.Ia menilai saya plin-plan,” katanya.Buntutnya Koes Bersusara pecah.

”Saya tidak bermaksud menentang Mas Ton. Tapi saya harus punya sumber pendapatan yang tetap, karena saya mulai berkeluarga. Saya kan harus ngasih anak orang makan,” sambung Nomo. Dengan keluarnya Nomo, Koes Bersaudara berubah nama menjadi Koes Plus, karena Murry masuk bergabung menggantikan Nomo sebagai penggebuk Drum.”Saya sendiri membangun No Koes. Banyak orang menuduh, nama band tersebut sebagai kepanjangan dari Bukan Saudara. Padahal itu singkatan dari nama saya sendiri,” ungkapnya lagi.

Sejak tahun 1969, Tonny banyak melahirkan lagu untuk Koes Plus. Kolam Susu dan Nusantara makin melambungkan nama kelompok ini.

Tonny lahir dengan nama KOESTONO, 19 Januari 1963, tak pernah ingin berhenti berkarya. Sampai menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif menulis lagu. Padahal setahun sebelum Tuhan memanggilnya,Tonny sudah mengidap kanker usus buntu. Tapi ia selalu menolak berobat ke dokter dan hanya mengusahakan penyembuhaqn secara tradisional. Baru ketika penyakit itu dirasakannya serius, ia masuk ke rumah sakit,menjalani operasi dan dirawat samapai ia berpulang.

Salah satu pemusik berdedikasi tinggi telah berpulang.Kembali pada sepi. Dan kita ingat bagaimana Tonny melantunkan sepi itu lewat Telaga Sunyi....Tenggelam ditelaga sunyi......bersama cinyanya yang murni.........................................

Sumber: potongan Majalah VISTA 92 th 1990.
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untu penggemar KPB
Poto tidak kami tampilkan karena kualitas Scan yang jelak

Ada kesalahan di dalam gadget ini