KISAH PANJANG KOES PLUS


SUMBER: Majalah TOP No. 26
KOES PLUS memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik dengan band Teen Ager’s Voice yang dibentuk Tonny Koeswoyo sekitar tahun 1952.Setelah bertukar nama menjadi Irama Remaja dengan anggotanya Sophan Sophian ,band ini terpaksa dikubur untuk kemudian Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak2 pak Koeswoyo itu terselip pula nama Jan Mintaraga yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik. Baca Kelanjutannya..

Minggu, 02 Mei 2010

Francoise Koeswoyo


“Do you love them?”
“It is may problem!”
“Why do you love him?”
“It is my problem!”
“Will you marry him?”
“Ooooo,hmm?” Francoise menundukan kepalanya, melirik kea rah Yok Koeswoyo, ke Rangga, ke Sari lalu mesam-mesem jengah barangkali.
“ apa pendapat mu tentang Indonesia?”
“A beautiful country with the laziest man in the word:.katanya.
“kamu suka musik”
“Yes, classic,Beatles and try to be Koes Plus fan”
“Tentang cinta?”
“Oh god it is not only love in my life. Masih banyak yang harus dipikirkan lagi, mengertih?” kata Francois dengan bahasa Indonesia yang tertatih-tatih.

Lalu dia singgung kalimat asyik: Barat adalah Barat, Timur adalah Timur. Bisakah cinta saja mempertemukan Barat dengan Timur, tanpa sesuatu kewajiban lainnya yang bersifat saling memberi dan menerima.Dia tunjuk Sari,Rangga,Yok dan dirinya sendiri.Lalu menggeleng menggigit bibir, terutama ditatapnya Sari(bakal)anaknya sendiri dalam kehidupan keluarganya kalau bener Francoise masuk kedalam klan Koeswoyo secara syah dan resmi. Ketika Sari protes dan menangis karena tak mau dipotret bersama, perempuan perancis ini ikut menangis pula merasa Sari tak menyukai kehadirannya. Perempuan kecil dan perempuan asing itu saling bertangisan di kamar.Ketika mereka keluar kembali wajah kedua makhluk itu nampak sedikit cerah. Sari mau dipotret bahkan suka hati berlari ke gerumbulan semak belukar.Sari memetik beberapa tangkai bunga liar dan menyuntingkanya di rambut kekasih papanya. Bila sang nasib tidak jahil, sebentar lagi ada seorang perempuan Perancis yang berperasaan lembut masuk warga negara Indonesia dan bernama Francoise Koeswoyo. Sampai hari ini, dia masih enggan membuka identitas aslinya secara penuh. Francoisepun bukan nama aslinya.

Sabar saja ya karena Yok Koeswoyo pribadi pernah bilang pada Francoisenya ” Kalau aku dapat anak dari kamu alangkah bagusnya nanti”kata Yok.
”Buat apa? Dua anak kan sudah cukup untuk kita?” balas Francoise. Maklumlah dengan perkataan ”kita” yang keluar dari bibir tipis perempuan diplomat ini?

SUMBER: Kliping majalah...
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB
:

Sabtu, 27 Maret 2010

Tak Usang Untuk Dikenang TONNY KOESWOYO

Jumat 2 Maret 2007, nama yang sudah menjadi salah satu legenda musik Indonesia itu berpulang. Dua istri dan lima anak ditinggalkanya,lantaran kanker yang setahun penuh menggerogotinya. Tapi Tonny Koeswoyo telah banyak meninggalkan warisan.Siapapun penyanyi Pop berhutang budi padanya.

Sejak Koes Bersaudara dibentuk tahun 1962 dan kemudian luar biasa berjaya, Tonny selalu berdiri paling depan diantar adik-adiknya.Ia mencipta mengaransir lagu-lagu kelompok musik itu. Ia juga handal memainkan melodi gitar dan organ. Tapi menurut Nomo,adiknya, Tonny juga pandai memainkan semua alat musik termasuk gamelan.”kepinteran Mas Ton,membuat adik-adiknya salut sekaligus hormat,tidak bisa dipungkiri kami memang belajar banyak dari dia”pujinya tulus.

Dalam membuat lagu,Tonny punya konsep musik yang jelas. Ia kerap membuat lagu dalam paduan irama riang dengan lirik yang sederhana yang gampang dicerna. Masih ingat Bis Sekolah ? lagu itu dengan beningnya melukiskan kegelisahan Tonny menunggu bus jemputan sekolah. Dibungkus dengan aransemen dengan bunyi yang tidak terlalu rumit, membuat lagu itu membiaskan unikum Koes Bersaudara. Walau tidak bisa dipungkiri,kelompok itu banyak terpengaruh lagu-lagu The Beatles maupun The Bee Gees, dua kelompok tenar yang amat digandrungi Tonny pada masa hidupnya.

Tonny nekat memilih musik sebagai satu satunya profesi sekaligus sumber nafkahnya. Karena prinsip itu pula, Tonny pernah bertengkar dengan Nomo. ”Pasalnya sederhana.Mas Ton tidak suka melihat saya bekerja diluar musik.Ia menilai saya plin-plan,” katanya.Buntutnya Koes Bersusara pecah.

”Saya tidak bermaksud menentang Mas Ton. Tapi saya harus punya sumber pendapatan yang tetap, karena saya mulai berkeluarga. Saya kan harus ngasih anak orang makan,” sambung Nomo. Dengan keluarnya Nomo, Koes Bersaudara berubah nama menjadi Koes Plus, karena Murry masuk bergabung menggantikan Nomo sebagai penggebuk Drum.”Saya sendiri membangun No Koes. Banyak orang menuduh, nama band tersebut sebagai kepanjangan dari Bukan Saudara. Padahal itu singkatan dari nama saya sendiri,” ungkapnya lagi.

Sejak tahun 1969, Tonny banyak melahirkan lagu untuk Koes Plus. Kolam Susu dan Nusantara makin melambungkan nama kelompok ini.

Tonny lahir dengan nama KOESTONO, 19 Januari 1963, tak pernah ingin berhenti berkarya. Sampai menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif menulis lagu. Padahal setahun sebelum Tuhan memanggilnya,Tonny sudah mengidap kanker usus buntu. Tapi ia selalu menolak berobat ke dokter dan hanya mengusahakan penyembuhaqn secara tradisional. Baru ketika penyakit itu dirasakannya serius, ia masuk ke rumah sakit,menjalani operasi dan dirawat samapai ia berpulang.

Salah satu pemusik berdedikasi tinggi telah berpulang.Kembali pada sepi. Dan kita ingat bagaimana Tonny melantunkan sepi itu lewat Telaga Sunyi....Tenggelam ditelaga sunyi......bersama cinyanya yang murni.........................................

Sumber: potongan Majalah VISTA 92 th 1990.
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untu penggemar KPB
Poto tidak kami tampilkan karena kualitas Scan yang jelak

Jumat, 12 Maret 2010

MURRY KEMBALI LAGI

MURRY yang dulunya dikenal sebagai pemusik Dang-dut Melayu merasa heran atas panggilan Koeswoyo Klan’s untuk duduk dikursi jabatan yang semula ada pada Nomo Koeswoyo sebagai drummer.

Agaknya Koeswoyo tak salah menunjuk Murry. Hingga dengan masuknya Murry kelompok yang dukenal dengan nama KOES BERSAUDARA berubah warna dan menjadi KOES PLUS.

Tak sedikit Koes Plus mencetak kaset, lebih dari 4 juta kaset mereka telah beredar dalam bentuk volume-volume. Lalu entah angin apa yang menyebabkan Koes Plus ‘ pecah’. Tonny, Yon dan Yok bergabung dengan Nomo Koeswoyo, sementara Murry yang terpisah membentuk group baru yang namanya Murry’s Group.

Pisahnya Murry dengan kelompok Koeswoyo ini tidak sampai satu tahun. Kemudian mereka bergabung lagi.ini terbukti dengan kembali-nya Murry bergabung masih tetap dengan bendera Koes Plus.

Kenapa Murry mau kembali padahal sudah jelas secara tak langsung dia dikeluarka? “ saya senang dengan Koeswoyo Bersaudara. Musik mereka memang menarik, disamping itu perasaan saya menyatakan harus kembali. Nah, karenanyalah saya kembali pada Koes Plus”,menjelaskan Murry pada Sonata.

Sumber potongan majalah SONATA
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Rabu, 10 Februari 2010

JACK LESMANA :" Musik Koes Plus Tidak ada Artinya"

Kalau mau ditokohkan yang namanya Jack Lesmana ini termasuk tokoh musik lama yang memilih aliran Jazz,sehingga dalam setiap kesempatan dia memperagakan kreasi musiknya kepada orang banyak,selalu tidak mau peduli apakah karyanya cukup enak sampai kekuping. Nada improvisasinya lebih condong untuk dikatakan jazz pop. Ketika ada pertanyaan yang ada sangkut pautnya dengan kelompok Koes Plus, Jack Lesmana berujar begini :

”Kalau kita berbicara tentang musik, sama juga kita berbicara makanan, karena menyangkut soal selera. Sekarang misalnya musik saya, kalau ditanya kepada orang yang kebetulan tidak sama seleranya dengan saya pasti dia akan mengatakan tidak senang. Dan sebaliknya kalau ditanyakan kepada yang seleranya sama dengan saya, malah akan mengatakan tidak senang pada lagu-lagu yang lain. Ya nggak?? Begitu juga saya. Tapi bagi saya begini. Musik2 Koes Plus tidak ada artinya, kalau lagunya bagi saya ada artinya. Makanya setiap karya saya di nada improvisasi itu saya sengaja 80 % memakai lagu2 Pop termasuk lagu Koes Plus. Ini maksudnya untuk membuktikan bahwa lagu itu bisa dibuat begini (maksudnya nada improvisasi) dengan baik. Ini menurut saya. Tentu pendapat orang ada yang lain. ”

”Saya tahu kemampuan Tonny, bukan hanya sampai disitu. Sebab saya sudah lama kenal dia. Dan saya yakin Tonny mampu membuat lagu2 yang lebih baik,soalnya sekarang bagaimana dia, kalau dia punya sasaran melulu komersiil nah persoalanya jadi lain.”

Still sederhana yang dianut Koes Plus saat ini terasa bagai virus pada group2 lain,. Sehingga sebagian besar dari mereka melatahkan diri dalam kesederhanaan. Bahkan tanpa disadari banyak diantaranya kurang memperhatikan pemakaian kata2 dalam lagu2 yang dia cetak. Dan akibatnya tidak jarang yang tergelincir kedalam kelompok lagu2 berkata jorok.

Sumber : majalah TOP no 26
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Sabtu, 16 Januari 2010

TONNY KUSWOJO DENGAN TUGAS BARU

Tonny Kuswojo yang sebelumnya dikenal sebagai leader kelampok “Koes Plus”, menurut kabar terakhir telah mendapat kepercayaan dari pihak “REMACO” untuk jabatan Manager bagian test rekaman lagu2. Jadi sekarang Tonny Kuswojo mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan apakah sebuah group band dapat rekaman atau tidak. Selamat dan sukses untuk bung Tonny.

Sumber : kliping Varianada 175, Agustus 74
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB



PEMBAJAK LAGU KOES PLUS KE PENGADILAN

Sekurang-kurangnya 18 orang lagi akan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan membajak lagu2 Koes Plus volume 9, seperti diketahui lagu2 Koes Plus volume 9 berhasil memikat banyak penggemar lagu2 pop.

PT. Remaco, pemegang tunggal copy right reproduksi lagu2 Koes Plus mengatakan bahwa paling tidak 18 toko di empat kota yang telah melakukan pembajakan lagu2 Koes Plus tsb. Yakni Bandung,Sukabumi, Tegal dan Semarang.

Sumber : kliping Varianada 147, th ke V 1974
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

KOES PLUS DAN D’LLOYD’S DI ISTORA

Sebuah acara yang diberi nama ”Panggung Prajurit” telah diadakan oleh Puspen Hankam di Istora Senayan,Jakarta. Tampil pada acara tersebut Band D’lloyd’s dan Koes Plus serta Orkes Melayu ”Melayu Purnama”. Pok Ani ( parnert Bang Madi dalam acara dialog Betawi RRI) bertindak sebagai MC pada pertunjukan yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat Ibukota itu.

D’lloyd’s banyak membawakan lagu2nya dalam volume I dan Ke II; sedang Koes plus Cuma mempersembahkan 10 lagu yang sudah Top akhir2 ini.Juga menyemarakan acara ”Panggung Prajurit” biduanita Julia Yasmin,Lies Saodah, Elvy Sukaesih,Lilis Suroso, Achmad Alatas dan Reog BKAK.

Sumber : kliping Varianada 180,September 1974
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB
Ada kesalahan di dalam gadget ini