KISAH PANJANG KOES PLUS


SUMBER: Majalah TOP No. 26
KOES PLUS memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik dengan band Teen Ager’s Voice yang dibentuk Tonny Koeswoyo sekitar tahun 1952.Setelah bertukar nama menjadi Irama Remaja dengan anggotanya Sophan Sophian ,band ini terpaksa dikubur untuk kemudian Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak2 pak Koeswoyo itu terselip pula nama Jan Mintaraga yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik. Baca Kelanjutannya..

Kamis, 17 Desember 2009

NO KOES
BERAPA HONOR MEREKA … ??

Ini termasuk kata Tanya yang menarik. Mengingat, Nomo pernah bilang begini pada Aktuil. ” Kalau ada sponsor yang mau bawa NoKoes, dua juta perak saya tak mau kurang, itu sekali show !”.Tapi kenyataanya?

Usai dengan lemparan seabreg move dari Nomo entah itu yang berujud satu tantangan langsung pada group saudaranya yang bernama Koes Plus, entah berujud jumpa2 pers dibeberapa kesempatan penting: yang jelas diawal Juli, komplotan musik asal Jakarta itu jadilah menjangkah kesempatan manggung. Dan ini semua memang merupakan satu surprise gede bagi pecandu musik pop indonesia, maupun bagi mereka2 yang penasaran pada sensasi2 menejer Yukawi tadi. Sebuah panitia show bonafid yang dibenggoli oleh Rudy Halim – seorang anak muda yang rancag dalam mengurus blantika show; datang untuk menjemput No Koes dan cs-nya ke Jakarta. Berapa juta honor yang mereka terima untuk tour show didelapan kota Jateng –Jatim itu ?

” Kita Cuma bisa menyediakan uang sekitar ”sepuluh juta” untuk mereka, sementara urusan duit lainya kita bisa cari lewat sponsor2 setempat!” keterangan ini diberikan Rudy di Madiun. Di Kota ini pula, Nomo di-superstar-kan oleh bocah2 cilik yang banyaknya sejagad! Dan sponsor2 gede itu. Ternyata datangnya dari Jamu Ibu, Suzuki,castrol olie serta ada pula beberapa biji merk2 pakaian jadi. Diluar itu, ada pula kota2 tertentu yang mengontrak rombangan NoKoes dengan honor mainnya ditentukan oleh menejer band itu sendiri. Misalnya di Tuban seluruh show dibeli oleh panitia kejaksaan sebesar sejuta seratuslimapuluh. Di Gresik Nomo minta honor paling minim 1 ½ juta perak. Well, itu semua soal honor yang berarti urusan dapur No Koes, Kembar dan team lawak dari Kamdi CS. Yang perlu anda catat dari sana adalah No Koes dan Cs-nya mau tour ke Jawa-Bali,bukan mengharap besar2 penghasilan duit, tapi yang diutamakan mereka adalah: Suksesnya Promosi perusahaan Yukawi, ditambah menambah pengalaman manggung buat anak didik paberik PH gede yang punya basis di Cimanggis itu. Coba kalian kaji kata Nomo yang satu ini: ” Apa artinya duit buat saya, kalau perusahaan gulung tikar gara2 groupku tanpa mengenalkan diri pada fans-nya diujung timur sana.Juga diseluruh Indonesia tentunya.Aku nggak sombong dik, kalau Cuma urusan blantika, anak Tuban ini telah punya pengalaman segudang. Promosi perusahaan bagiku terpenting saat ini. Limapuluh porsen amblas buat promosi saat ini tak apa,tapi lihat hasilnya belakangan hari ”

Jadi andaikata dihitung secara detail honor main mereka, minus persewaan sound system dsb,maka pembagian duit untuk masing2 anggota band mereka sangat minim. Taruhlah, andaikata di Gresik No Koes jadi terima 1 ½ juta untuk semua rombongan,maka berapa perak buat Kembar yang jumlahnya empat kepala itu. Berapa pendapatan komplotan dagelan Trio Ceking serta berapa yang didapat anggota2 No Koes yang jumlahnya enam biji, termasuk satu tukang gendang?

” Ini bukan shouw komersial bener2 dik. Mas Nomo masih hitungan promosi perusahaan. Agaknya baru di blan Oktober nanti, No Koes bakal melakukan show komersiil ke Yogya dan Solo, sementara pada bulan Nopember-nya ada panitia yang meminta mereka jalan terus dalam masa tour lama ke pelosok2 kota sumatera!”. Demikian Meis Koesnomo,nyonya gembong No Koes tadi. Untuk show terbesarnya yang memakan tempo lewat 1 ½ bulanitu,paberik PH Yukawi, dengan terpaksa menghentikan separuh dari kegiatan rekamanya . Ini bisa dibayangkan, andaikata anda tahu bahwa Freddy Bule teknisi rekamannya yang dianggap rancag,ikut serta dalam rombongan. Tugas dia disana selain tampil sebagai pengatur dentum soundsystem,maka orang bule itu juga menggagas hal2 baru.Yalah mebuat rekaman live-show tourne show No Koes. ( Ach, macam Deep Purple aja !) Sementara Freddy masuk dalam rombongan tadi, maka set drums di studio utama Yukawi, juga masuk pula dalam pilihan drummer No Koes yang bernama Sofyan. Berarti apabila tokh Yukawi masih juga berproduksi,padahal alat2 dan orang2 pentingnya pergi, maka produksi Yukawi dibulan2 Juli-Agustus itu, barangkali produksi rekaman yang paling kurang sedap selama ini. Itu saja catatannya ( BL)

Sumber : AKTUIL No. 177
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Selasa, 15 Desember 2009

ALBUM KOES PLUS BERSAUDARA BAGIAN 2

Ada berapa banyak volume yang telah dihasilkan oleh Koes Plus Bersaudara sejak tahun 1962 – 2004, Koes Bersaudara 1962 – 1966, Koes Plus 1969 – 1977 dan seterusnya hingga 2004. Banyak versi menyebutkan jumlah volume yang telah dihasilkan oleh kedua band kesayangan kita kebanggaan bersama bangsa Indonesia dengan jumlah yang ber-beda2. Sampai dengan tahun 1987 saat Koes Plus meluncurkan Album “Cinta di Balik Kota” tertulis album ke 102 dan sampai dengan tahun 2004 telah diluncurkan sebanyak 147 Album..(luar biasa : sumber Ki Sunarno), berapa banyak Album Koes Plus Bersaudara yang anda ketahui? sebagai bahan acuan untuk menghitung kembali berapa jumlah album Koes Plus Bersaudara, saya tampilkan Album yang pernah dikeluarkan oleh Koes Plus Bersaudara dari tahun 1962 – 2004.

KASET ALBUM

KOES BERSAUDARA PLUS

STANDAR P. JAWA

No
Kelompok Koes
Judul Album
Tahun Produksi
Kode
Produksi
1. KOES BERSAUDARA Pop Jawa Vol.1 NUSWANTORO 03 -1977
REMACO
2. KOES BERSAUDARA POP KERONCONG VOL.1 05-1977
REMACO
3. KOES BERSAUDARA POP INDONESIA VOL.2 02‑1978
REMACO
4. KOES PLUS 78“BERSAMA LAGI”NUSANTARA XI 06‑1978 PL- 261 PURNAMA RECORD
5. KOES PLUS 78”MELATI BIRU” VOL.2 10‑1978 PL-277 PURNAMA RECORD
6. KOES PLUS 78 POP MELAYU “CUBIT-CUBITAN” 12‑1978 PL-355 PURNAMA RECORD
7 KOES PLUS 79”MELEPAS KERINDUAN” NUSANTARA XII 03‑1979 PL-323 PURNAMA RECORD
8 KOES PLUS 79”BERJUMPA LAGI” 05‑1979 PL-340 PURNAMA RECORD
9 KOES BERSAUDARA BOLEH CINTA BOLEH BENCI 07‑1979 PL-391 PURNAMA RECORD
10 KOES PLUS POP MELAYU”ANGIN BERTIUP” 09‑1979 PL-409 PURNAMA RECORD
11 KOES PLUS “AKU DAN KEKASIHKU”

NUSANTARA XIII
11‑1979 PL-422 PURNAMA RECORD
12 KOES PLUS “JERITAN HATIKU” NUSANTARA XIV 02‑1980 PL-444 PURNAMA RECORD
13 KOES BERSAUDARA GLODOK PLAZA BIRU 08‑1980 PL-475 PURNAMA RECORD
14 KOES PLUS ALBUM NOSTALGIA KP 02-1981
PURNAMA RECORD
15 KOES PLUS SEDERHANA BERSAMAMU 04-1981 PL- 591 PURNAMA RECORD
16 KOES PLUS 81”ASMARA” 03-1981
UR
17 KOES PLUS NGAMEN”OKEY BOSS” NUSANTARA XV 05-1981
UR
18 KOES PLUS KOPERASI NUSANTARA-NUSANTARA XVI-XVII 07-1981
UR
19 KOES PLUS 13TH KARYA KOES PLUS MEDLEY 09-1981
UR
20 KOES PLUS NON STOP DISCO DANGDUT 13 TH 09-1981
UR
21 KOES PLUS SAXOPHONE EMAS KOLAM SUSU 12-1981 RMC REMACO/VIRGO R
22 KOES PLUS SAXOPHONE EMAS MUDA MUDI 12-1981 RMC REMACO/VIRGO R
23 KOES PLUS POP KERONCONG NUSANTARA XVIII 012-1981
ASIA RECORD
24 KOES BERSAUDARA DANGDUT POP 04-1982
VIRGO RAMAYANA R
25 KOES PLUS POP MEDLEY VOL.1 05-1982
REMACO
26 KOES BERSAUDARA PLUS SENANG-SENANG BERGEMBIRA 06-1982
BERLIAN RECORD
27 KOES BERSAUDARA PLUS GARUDA PANCASILA NUSANTARA XIX 03-1983
MUTIARA
28 KOES PLUS DA DA DA NUSANTARA XX 06-1983
PRATAMA RECORD
29 KOES PLUS NON STOP BEST SELLER POP INDONESIA 09-1983
BLACKBOARD
30 KOES PLUS NON STOP BEST SELLER POP MELAYU 09-1983
BLACKBOARD
31 KOES PLUS REARRENGE I &II 03-1983
MUTIARA
32 KOES PLUS ANGIN SENJA GELADAK HITAM 05-1984 PA-1034 PUSPITA RECORD
33 KOES PLUS PALAPA NUSANTARA XXI 08-1984
AKURAMA
34 KOES PLUS ALBUM PLATINUM NOSTALGI 1 10-1984
RATOSAN
35 KOES PLUS ALBUM PLATINUM NOSTALGI 2 10-1984
RATOSAN
36 KOES PLUS ALBUM PLATINUM NOSTALGI 3 10-1984
RATOSAN
37 KOES PLUS ALBUM PLATINUM NOSTALGI 4 10-1984

RATOSAN
38 KOES PLUS ALBUM PLATINUM NOSTALGI 5 10-1984
RATOSAN
39 KOES PLUS ALBUM KISAH SEJARAH

KOES BERSAUDARA
10-1984
RATOSAN
40 KOES PLUS ALBUM INSTROMENTAL IN TRUMPET 10-1984
RATOSAN
41 KOES PLUS ALBUM TRUMPETS INTRUMENTAL THE KIDS 10-1984
RATOSAN
42 KOES BERSAUDARA PLUS NATAL 84 11-1984
RATOSAN
43 KOES BERSAUDARA ALBUM PLATINUM 12-1984
RATOSAN
44 KOES PLUS POP.MEMBLE 05-1985
PUSPITA RECORD
45 KOES PLUS POP MELAYU “GANJA KELABU” 09-1985
FLOWER SOUND
46 KOES BERSAUDARA LAGI-LAGI KAMU 05-1986
FLOWER SOUND
47 KOES BERSAUDARA DIA PERMATA HATIKU 02-1987
FLOWER SOUND
48 KOES BERSAUDARA POP JAWA “ORA PELOG ORA SLENDRO” 04-1987
FLOWER SOUND
49 KOES BERSAUDARA POP ANAK-ANAK 04-1987
FLOWER SOUND
50 KOES PLUS LAGU-LAGU HAPPY BIRTHDAY 04-1987
FLOWER SOUND
51 KOES PLUS LEMBAH DERITA 04-1987
FLOWER SOUND
52 KOES BERSAUDARA BOSSAS 08-1987
FLOWER SOUND
53 KOES BERSAUDARA POP BATAK 08-1987
FLOWER SOUND
54 KOES PLUS CINTA DI BALIK KOTA 08-1987
FLOWER SOUND
55 KOES PLUS ALBUM MANIS OLD AND NEW ARR. 10-1987
FLOWER SOUND
56 KOES BERSAUDARA OLD AND NEW KOES BERSAUDARA 10-1976
REMACO
57 KOES BERSAUDARA SERI PERDANA KEMBALI

REMACO

Jumat, 09 Oktober 2009

MURRY MEMBANTAH

MURRY MEMBANTAH GROUPNYA SAMA DENGAN KOES PLUS


Berkibarnya kembali ”KOES BERSAUDARA” karena Nomo bergabung dengan saudara-saudaranya,mau tidak mau akan menutup nama ”KOES PLUS”. Nomo kemudian menduduki tempatnya sebagai drumer. Dengan demikian MURRY yang drummer diantara tiga bersaudara TONNY, YOK dan YON KOESWOYO praktis secara tidak langsung ” diistirahatkan”, betapapun sementara waktu waktu yang lalu kedengangaran KOES PLUS masih akan tetap digiatkan. Tetapi secara tiba-tiba MURRY membentuk ”MURRY’S” group dan muncul di Teve. Maka terjawablah sudah apa yang menjadi tanda tanya itu.

Banyak yang mengatakan ciri musik MURRY’S Group nyaris sama dengan Koes Plus. Namun MURRY membantahnya: ” Tidak benar kalau musik Murry’s sama dengan Koes Plus, karena saya sengaja memberi nafas fungky dan rock untuk group saya. Mungkin karena pukulan drum atau duet vokal, mungkinjuga break-break seperti yang sering terdengar di Koes Plus, membuat orang-orang berimage demikian. Padahal kalau dilihat dari pola melody serta pola penyusunan lagu, sebenarnya ada kelainan”,bantah MURRY.

Ketika ditanyakan Aneka Ria bagaimana kegiatan musik mereka belakangan ini, Murry menjawab akan membikin kejutan lagi dengan lagu ”Raja Tua alam irma fungky disamping lagu ” Anak Cucu”, Kupilih dua-duanya,Ayahku dan lain-lain. Baiklah kita lihat bagaimana Murry (Drum),Pius (Lead Guitar),Ukki (Rhythm Guitar) dan Harry ( Bass Giutar) mengolah group mereka dan berapa lama kuat bertahan.

Sumber: Koleksi Majalah TOP no.80.Edisi juli 1977
( ditulis ulang sesuai ASLINYA )

Jumat, 11 September 2009

Koes ke Remaco

Koes ke REMACO

ENTAH karena out of date-nya system rekaman Dimita,atau karena system royalties dalam pembagian honor rekaman yang secara sepihak merugikan diri kelompok Koes Plus, yang jelas sejak tanggal 23 Juli yll,Tonny,Jon,Jok dan Murry telah start rekaman untuk KP-VIII-nya di paberik PH paling gede REMACO!

Mulai saat itu dan seterusnya,Koes Plus akan terus merekam karya2 lagunya di Remaco,dengan sponsor tn.Eugeen Timothy-direktur Remaco.Khusus tentang sponsor2an ini,Eugeen mengatakan bahwa: kalau mungkin Koes untuk selanjutnya sekaligus akan diangkat sebagai “pegawai” Remaco.Dus dengan kata lain dikontrak seumur hidup,dengan honor bulanan, seperti yang diterima band Empat Nada kini.

KOES PLUS PUDJI PANBERS.DAN VOL.III-NJA GAGAL???

Tonny Koeswoyo,leader Koes plus memudji permainan Band Panbers setelah berkesempatan mendengarkan LP mereka yang pertama.Sementara itu menanggapi permainan Koes plus sendiri dalam LP Vol.III, Tonny mengatakan bahwa LPnja ini telah mengalami kegagalan,dan kini mereka tengah mempersiapkan LP Vol.IV.Good.

Selasa, 08 September 2009

Hasil Poll Aktuil 74

HASIL POLL AKTUIL 74


A. Group dengan penyajian Terbaik

1. Koes Plus

2. Trio Bimbo

3. Rollies

4. Panbers

5. Gembells

B. Group dengan perpormence terbaik

Dalam show

1. AKA

2. Godbless

3. Rollies

4. Koes Plus

5. Panbers

6. Freedom

C. Group dengan lagu ciptaan terbaik

1. Koes Plus

2. Trio Bimbo

3. Gembells

4. Harry Rusli & His Gang

5. Panbers

6. Favourites

D. Pencipta lagu terbaik

1. Tonny Koeswoyo

2. A.Riyanto

3. Benny Panjaitan

E. Album Rekaman Indonesia terbaik

1. Volume VIII = Koes Plus

2. Crazy Joe = AKA

3. Volume IX = Koes Plus

4. Best Of 73 = Bimbo

F. Lead Singer/vokalis terbaik

1. Achmad Albar ( God Bless )

2. Yok/Yon Koeswoyo ( Koes Plus )

3. Benny Panjaitan ( Panbers )

4. Utjok Harahap ( AKA )

5. Sonata Tanjung ( AKA )

6. Acil ( Trio Bimbo )

G. Lead Guitarist terbaik

1. Sonata Tandjung (AKA)

2. Ludwig LeMans (GodBless,ex)

3. Deddy Dores (ex God Bless )

4. Benny Subardja (ex, Shark Move)(Giant Step)

5. Bonny ( Rollies)

6. Darmawan Purba (Rhytem King)

H. Drummer Terbaik

1. Fuad Hassan ( God Bless )

2. Murry ( Koes Plus)

3. Sjeh Abidin ( AKA)

4. Iwan Krisnawan (Rollies)

5. Reynold Panjaitan ( Mercy’s)

6. Asido Panjaitan ( Panbers)

I. Bassist terbaik

1. Arthur Anez (AKA)

2. Donny ( God Bless)

3. Yok Koeswoyo ( Koes Plus)

4. Deddy Stansyah ( Gian Step)

5. Rinto Harahap (Mercy’s)

J. Organist terbaik

1. Soman Lubis ( ex,GodBless)

2. Utjok Harahap ( AKA )

3. Tonny Koeswoyo ( Koes Plus )

4. Delly ( Rollies)

5. Deddy Dores ( Ex, God Bless)

6. Adhi Mantra ( Golden Wing)

Sumber Kliping Majalah Aktuil no 146
Ditulis ulang sesuai dengan ASLINYA untuk penggemar KPB.

Senin, 24 Agustus 2009

TOKOH-TOKOH BERBICARA


TOKOH-TOKOH BERBICARA

Tentang Koes Bersaudara

BUNG KARNO,presiden pertama Republik Indonesia ” Jangan seperti kawan2-mu Koes Bersaudara. Masih banyak lagu2 Indonesia,kenapa mesti elvis2an” ( Pidato 17 Agustus 1965)

Tentang Koes Plus

Tonny Koeswoyo,leader Koes Bersaudara. “ Memang kami terpengaruh juga oleh Bee Gees. Sebenarnya kami telah menciptakan lagu2 kami sebelum Bee Gees ada, tapi mereka duluan terkenal, sehingga orang berpendapat kami yang meniru mereka” ( 1972 )

Saya jadi teringat ketika foto pertama hasil jepretan di Jogja dimuat Aktuil dengan komentar: Koes Plus Bee Gees Jawa ( Remy Sylado,kritikus musik)

“ Mereka punya lirik yang kuat. Lirik maupun unsur melodinya seimbang, selain komonikatip, juga ditambah unsur2 kesederhanaan melodiknya.Semuanya selesai sampai disana. Mereka hanya mengharap public suka atau tidak suka. ( Hasil wawancara Yusril Jalinus,reporter musik TEMPO,1972)

Mus Mualim, tokoh Musik

“Kalau mau menilai Koes Plus, kita harus letakan pada proporsinya. Group yang sukses dan kreatif serta cukup bermutu dalam lagu dan musik, tapi melihat cara penampilan mereka dimusik dan panggung memang kurang banyak kemajuan” ( Mei 1974)

Titiek Puspa, gembong Papiko

” Koes Plus adalah group yang bebas dari pembajakan & penjiplakan,yang mempunyai ide dan ciri bebas” ( ceramah di gelanggang remaja bulungan , maret 1972)

Niek Mamahit,tokoh jazz

”Mereka dapat menciptakan lagu yang sesuai dengan selera anak2 muda,hasilnya pun cukup mengagumkan” ( Mei,1974)

Bing Slamet, eks tokoh musik

”Rombongan musik yang berhasil dan bermutu”(1972)

Omar Kayam, eks Ketua DKJ ( Dewan Kesenian Jakarta)

” Koes Plus dapat menampung keinginan dan selera kaum muda masa kini” (1972)

Taufik Ismail, Penyair

” Musik Koes Plus puitis” (1972)

J.A.Dungga, penulis musik.

” Saya simpati kepada mereka, bahkan menghargai sekali usaha2 mereka dalam musik pop.Sayang akhir2 ini saya kurang mengikuti perkembangan mereka” (Juni,1974)

Koeswoyo, sang Bapak

” Sebetulnya lagu2nya nggak ada yang saya senangi.Lagu2 Koes plus bagi saya lebih mengesankan misalnya lagu Pagi yang indah,Bis Sekolah yang sederhana itu. ( 1972)

SUMBER: kliping majalah AKTUIL
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Kamis, 13 Agustus 2009

MALAM AMBISI

MALAM AMBISI

SAYANG; MALAM ITU HUJAN TAK JUGA BERHENTI

Anna kering,kurang garing!

Mungkin karena shooting langsung didepan pengunjung, Anna Mathovani agak ”groggy”.Agak kering suara ANNA MATHOVANI dalam membawakan lagu MIMPI SEDIH,hingga terkadang kontrol volume suara kurang mantap,kendati sesekali diselipkan improvisasi jazz beat, pada tiap syair lagu. Seakan menguras sampai tandas.Hingga dua lagu yang dibawakanya kemudian agak tidak standart dengan suara penyanyi ini sebagaimana biasa.

BIS, BIS, BIS !

Tapi itulah awal show Safari di TIM. Setelah Anna turun, muncul KOES PLUS dengan aksi biasa, sederhana, seadanya. Group ini memang ditunggu-tunggu sebagian terbesar pengunjung arena terbuka TIM, yang tanpa dipungut bayaran kecuali karcis masuk Taman. Betulkan memang demikian bagi Undangan?

Mereka tak bosan-bosannya menunggu duduk terpaku. Dan kenyataannya, mereka memang penggemar-penggemar setia KOES ? Konkritnya setelah Koes membawakan lagu-lagu : DESEMBER, KOLAM SUSU, PELANGI, NUSANTARA II (rekaman terbaru), mendapat sambutan paling meriah: Bis....bis....!!! tak boleh turun dari panggung.

Kenyataannya lagi,bahwa muda/i itu adalah publiknya Koes, dimana muncul kedua kalinya dengan lagu2:NUSANTARA (rekaman lama),SEMANIS RAYUANMU, DIANA, APA YANG KAU RISAUKAN, justru hujan turun. Namun publik tak menghiraukan tubuhnya disiram air hujan.Tetap asyik. Berdiri sambil mencurahkan segala perasaan dalam irama KOES, sampai pertunjukan bubar.

Malam itu Koes muncul dalam kondisi mental cukup,hingga tiap kali membawakan lagu-lagu, terkontrol secara sempurna. Aransemen maupun syair lagu-lagu tetap sederhana. Dibawakannya terkadang dalam teknik tinggi, mudah diingat, cukup sederhana, buat dihafal. Sayang sound systemnya masih begitu-begitu saja!.(S+O)

SUMBER: kliping majalah SONATA, Nopember 1973
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar Koes Plus + Bersaudara.

Jumat, 31 Juli 2009

Murry's Group

TERNYATA MURRY
Tidak meninggalkan Murry’s Group….

Ketika Murry kembali mencecahkan pantatnya dibelakang peralatan drum-set kelompok KOES PLUS ’78, banyak orang tercengang sekaligus bertanya:Lho,Murry kok balik kembali ke KOES PLUS, lantas Murry’s Group bagaimana….?

Sebenarnya hal itu tak perlu dirisaukan. Karena seperti juga pemusik-pemusik lain, Murry yang tak pelak lagi merupakan tenaga andalan di Koes Plus, ingin jalan sendiri dengan idea dan kreasi pribadi.Murry’s Group adalah manifestasi semua itu. Dimana dia bakal popular, terserah penilaian masyarakat, tapi yang jelas album pop Indonesia mereka yang paling baru ANAK CUCU berhasil memecahkan rekor penjualan kaset di seluruh Indonesia. Tapi bukan karena diobral “seribu tiga…..”

Musik MURRY’S memang patent. Dia mempunyai spesifik sendiri. Pukulan drum yang dimainkan oleh Murry barangkali merupakan factor “kekhususannya”.Namun lebih jauh lagi,Murry yang bertindak sebagai “motor” Murry’ Group memiliki konsep yang mantap. Khusus dalam penampilan lagu-lagu komersiil tanpa meninggalkan unsure mutu tentunya.. Bisa saja dengan kondisi seperti ini, group ini akan merupakan group “all round”, sekaligus kelompok yang cukup kuat dipasaran kaset.

Sukses yang dicapai lewat album “ANAK CUCU”, agaknya Murry ingin mengembangkan sayap lebih lebar. Sasaranya kali ini adalah POP DISCO. Hal ini barangkali diilhami keberhasilan The Step’s dengan Marini, yang sudah terlebih dahulu sukses dengan album Disco. Tapi lepas apakah ini “menjiplak” dari kesuksesan The Step’s atau tidak, yang pasti sasaran yang dituju oleh Murry’s Group memang tepat. Sebab group yang dibauri dengan “bau” KOES PLUS ini, ternyata tidak seratus persen berkiblat ke sana. Pop Disco yang ditelurkannya itu, merupakan satu bukti, bahwa Murry punya konsep tersendiri untuk bisa mensukseskan groupnya ini.

Pop Disco yang ditampilkan Murry’s Group kali ini,tidak menggunakan sedikitpun “alat tiup”. “berbeda dengan lagu-lagu disco yang biasa kita dengar,kita sama sekali tidak menggunakan peralatan tiup (brass). Yang patut digaris bawahi, bahwa walaupun kita mengambil beat-beat disco dari Barat, namun ciri Indonesia tidak kita tinggalkan.. Beat Barat, tetapi nada tetap Indonesia. Seperti nomor lagu PENYIAR, beatnya kita ambil dari lagu BOB JAMES. Saya kira, selama Murry’ masih mampu membikin lagu sendiri, Insya Allah kita tidak akan menyadap lagu-lagu luar. Alasanya, kecuali effek negative Masyarsakat pada Murry’ juga sedikit banyaknya kita punya prinsip, biar jelek-jelek toh punya sendiri iya toh…….”,tukas Murry ketika dijumpai VARIASI di Stodia rekaman Irama Tara.

Barangkali inilah yang kita sayangkan. Ternyata dalam menelorkan album Pop Disco ini. Murry masih juga berkiblat pada lagu-lagu Disco Barat.Apakah hal ini membuktikan bahwa musisi kita tidak mampu membuat Pop Disco orisinil INDONESIA?? Sebab ini penting sekali. Karena album-album Disco yang keluar selama ini, yang benar-benar orisinil Disco Indonesia tidak ada. Jadi kalau saja Murry yang dikenal sebagai “motor” penggerak Murry’s Group, bisa menelorkan apa yang dikatakan tadi, tentunya merupakan hal yang menggembirakan. Berarti telah terjadi “evolusi” dibidang musik Indonesia.

Agaknya apa yang diungkapkan tadi, masih diperlukan waktu yang panjang. Karena ternyata apa yang diturunkannya dalam album Pop Disco ini, Murry’s Group telah tampil dari karya-karya Disco Barat yang sudah ada.. Cuma lyriknya yang digarap oleh person-person Murry’s Group. Murry ( Mari Berdansa),Harry ( Nenek Tua,Goyang),Ukky ( Malam Sunyi, Hanya Kenangan) dan Pius (Tetap Kucari). Kita tidak bisa berkomentar panjang lebar dengan musik-musik hasil adaptasi dari negeri luar. Namun yang pasti, rekaman Murry’s kali ini memang mempunyai kebaruan. Kebaruan dalam meng-adaptasi lagu-lagu orang.Apakah hal ini disetujui juga oleh IKARI.kita masih belum tahu...(iwan)

Sumber: VARIASI no.236, 15 Juni 1978
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Selasa, 21 Juli 2009

NATAL KELABU BAGI KOES PLUS, BAG.2

”NATAL KELABU” BAGI ”KOES PLUS”


”Pintu-pintu semua tak dapat dibuka” kata Yok dengan suara murung setelah pemakaman.”Saya masih menguasai kesadaran,meskipun agak panik setelah melihat Sonya dan anak-anak yang berlumuran darah. Untuk mencari jalan keluar,kaca belakang mobil saya tendang dengan kaki telanjang, hingga tumit saya berdarah.Satu persatu korban saya keluarkan.Menunggu ambulan lama sekali baru datang”.

Untuk pertolongan pertama, Susy ketika itu menumpang mobil orang lewat.”betul-betul saya tidak dapat melupakan budi pemilik mobil itu. Istrinya mengalah, dan memeberikan tempat pada saya dan Gery. Sepanjang perjalanan dari Parung ke Cilandak hati saya sudah hancur melihat Gery yang mukanya tertutup seluruhnya oleh darah segar. Gerry terus mengerang dengan suara sendat.Inilah yang lebih menghancurkan saya sebagai seorang ibu”.

LAYANG_LAYANG: Agaknya, grup musik anak-anak keluarga Koeswoyo ini memang harus tetap menjadi bahan pemberitaan. Kedudukannya sebagai perintis musik pop Indonesia memang menghendaki demikian.Mereka merupakan manusia manusia yang hidup dan matinya dicurahkan untuk musik. Demi musik itu pulalah mereka pernah harus mendekam di rumah penjara akibat penilaian politis, dimana Koes yang dewasa ini masih bernama ”Koes Bersaudara”, yang terdiri dari Tonny, Nomo,Yok dan Yon, mereka harus dengan pedih hati menerima cap sebagai ”penyebar kebudayaan ngak ngik ngok”.

Koes Plus merupakan grup musik yang selalu saja berada dideret paling depan dalam percaturan musik Indonesia.Liryk-liryk lagu Koes Plus yang selalu mudah dihapal,nada-nadanya yang cepat meresap kepublik serta beat-beatnya yang senantiasa baru dan segar, nerupakan andil terbaik untuk penunjang ketenaran mereka.Semua lagu Koes Plus selalu saja cepat menjadi top hits serta diterima oleh seluruh lapisan konsumen musiknya.

Tapi sebagai orang-orang yang selalu dipercaturkan,mereka juga kadang menerima ” Bom ” berita gosip. Seperti umum mengetahui,Koes plus merupakan kelompok pemusik yang mengutamakan otentisitas,hingga dalam pergelaran dan pembawaan musiknya, mereka selalu diwarnai oleh hal yang asli dari Koes.Tapi ada saja ”tukang gossip” yang mencari cari ”titik lemah” dari grup ini. Akhir akhir ini meluncur gossip pahit yang bermula dilancarkan oleh sebuah mingguan ibukota tentang ” Kolam Susu ” katanya: ” Tidak semua lagu-lagu Koes Plus Asli, ada beberapa lagu ciptaan orang lain yang hak ciptanya dibeli dan diakui sebagai lagu ciptaan Koes.

Benarkah mereka pernah membawakan lagu orang lain? ”Benar kata orang dekat dengan grup ini ”Tapi orang lain itu ternyata bukan orang luar” yang dimaksud ” orang lain ” itu ternyata adalah Koeswoyo, ayah dari Koes dan Koes. Dalam album mereka yang terakhir,terdapat dua lagu dari tangan Koeswoyo yang menyodorkan akronim alias kependekan nama K.S. Lagu-lagu itu adalah ”Layang-layang ” dan ” Muda-mudi ”.

” Lagu ini, mulanya sudah tidak akan dinyanyikan dalam album Volume 9 ” kata Susy kepada Sonata ” tapi Bapak menyatakan jaminannya kalau lagu itu bakal menjudi top-hits” nyatanya memang benar. Dua lagu itu sempat ”meledag ” ditelinga penggemarnya. Tapi, kisah tentang dua lagu itu masih belum berhenti disitu. Menurut orang yang dekat dengan grup itu, ”Layang-layang” dan ”Muda-mudi” ternyata merupakan lagu pengantar kematian. Apakah disadari atau tidak, dengan membawa dua lagu itu dalam albumnya, Koes Plus tengah menyongsong suatu kematian yang tidak bisa dihindari dan dia adalah SONYA.

Pada mulanya lagu kematian itu memang bukan ditujukan kepada Koes Plus maupun keluarganya.Menurut sumber yang sangat patut dipercaya ”layang-layang” dan ”Muda-mudi” merupakan adaptasi dari lagu Belanda. Dn dalam bentuk aslinya, dua lagu itu biasa untuk mengiringi penguburan. Bahwa kemudian lewat lagu terucapkan pula perpisahan dan penghantaran kematian, semua ini sulit diuraikan dan diduga seperti maut itu sendiri.

Akan halnya SONYA yang dipuja oleh Yok, namanya akan tetap abadi meskipun jazatnya telah tiada. Ini terbukti seperti liryk lagu ” SONYA”

Sonya senyumanmu Sonya

Senyum yang selalu menawan hatiku

Oh Sonya

Sonya tahukan kau Sonya

Apa yang tersimpan didalam hatiku

Oh Sonya

Mulai saat itu, hatiku berkata untuk mu

Mungkinkah senyummu kau berikan hanyalah untuk ku

SUMBER: Majalah SONATA medio Januari 1974

Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KOES PLUS

Jumat, 10 Juli 2009

NATAL KELABU BAGI KOES PLUS

“Aku akan terbang dan takakan kembali”

Nampaknya sulit untuk dipungkiri ,bahwa:jodoh,rejeki dan maut ada di tangan Tuhan.Ia merupakan misteri yang sulit untuk diuraikan, ditafsirkan dan diduga. Orang boleh menginginkan hidup seribu tahun lagi seperti Chairil Anwar yang juga menginginkan,tapi tangan nasib sering terlalu cepat merenggut usia.

Akan halnya Yok Koeswoyo, memang tidak pernah menyebut jumlah dalam keinginan yang serupa. Ia hanya inging memiliki sesuatu yang sangat dicintainya sampai akhir nanti ,kapankah batas akhir itu ? Yang kapan itu justru merupakan hal yang tak terduga, seperti halnya maut sendiri, yang datang dengan tiba-tiba., dan dengan cara yang tak terduga. Akhir dari lirik lagu Waktu itu memang berwujud Senja yang semula memang indah, tapi tiba-tiba berubah menjadi berdarah. Harinya adalah Rabu tanggal 26 Desember 1973. Dua keluarga diantara Koes Plus yang terdiri keluarga Yon Koeswoyo dan istrinya Susy serta putranya Gery bersama Yok Koeswoyo dan istrinya Sonya serta putra-putrinya Rangga dan Sari hari itu tengah bersantai-santai setelah merayakan Natal.

Natal itu menjadi Natal kelabu,ketika sepulang makan diluar kota,tiba-tiba tragedi menghadang mereka. Mobil Fiat 125 dengan nomor pulisi B 666 RR yang dikemudikan Yon ketika melintas dijalanan umum disalip oleh sebuah Minie Cooper. Tak terduga truk yang datang dari arah berlawanan melintas terlalu cepat hingga tubrukan dengan Minie cooper tak terhindarkan. Effek tubrukan itu mengakibatkan truk yang tak terkendalikan lagi itu menyerempet pula Fiat 125 B 666 RR. Akibatnya ternyata cukup parah. Iwan pengemudi Minie Cooper terenggut maut ditempat itu juga, seperti halnya Sonya.Korban lainya: Yon ,Rangga, Sari dan Gerry keempatnya luka-luka cukup mencemaskan.

SONYA: terlahir sebagai Sonya, putri bungsu keluarga Tulaar, suatu keluarga yang cukup terpandang di kota Tomohon Sulawesi Utara. Putri bungsu ini bak mutiara ditengah keluarga,diantara delapan kakak-kakaknya. Sibungsu ini pula yang dipuja oleh Yok dalam album Koes Plus vol.V dengan lagu “Sonya”. Sonya yang telah tiada ini nampaknya akan abadi seperti kata2 yang terlukis dalam lagu ciptaan Yok yang lain: berganti bintang yang bersinar terang.Abadi pula karena nun di Tomohon sana masih berdiri megah sebuah bioskop milik keluarga Tulaar yang diberi nama”Sonya” pula.

Nama SONYA bagi keluarga Tulaar mempunyai arti khusus,hingga perusahaan dagang yang diusahakan oleh orang tuanya, juga memakai nama SONYA yang kini telah tiada. Akan halnya nama yang terpampang di gedung bioskop, bermula dari kemanjaan anak kecil. Ketika itu, hampir seperempat abad yang lalu di kota Tomohon berdiri sebuah gedung pertemuan yang belum diberi nama. Ketika pemuka-pemuka masyarakat Tomohon sibuk mencari nama untuk gedung itu, muncul sekecil SONYA dengan kemanjaannya. Seorang tamu bertanya kepada si keke yang lucu itu:”He keke, apa nama gedung ini?” Jawab si keke:”Sonya saja !” kan nama saya SONYA ! ternyata kemudian memang nama SONYA-lah yang terpilih untuk diabadikan gedung pertemuan yang kini telah berubah menjadi gedung bioskop itu.

Barangkali memang Tuhan telah menakdirkan, memang SONYA harus dikenal oleh masyarakat luas. Sebagai tanda cinta YOK dan KOES PLUS melemparkan lagu ” SONYA” kepasaran. Sebagai akibatnya, lagu ini bukan hanya dikumandangkan di Jakarta saja. Di Sulawesi Utara, suatu daerah yang terkenal sebagai pusat orang-orang yang senang pada kegembiraan sejak beberapa lama muncul tradisi untuk memberikan hiburan dalam bus-bus penumpang umum ketika lagu ”SONYA” tengah melantun maka bus bus yang telah memiliki kaset KOES PLUS dengan lagu tersebut selalu menjadi sasaran rebutan penumpang. Disini dapat dilihat betapa kecintaan masyarakat Minahasa akan SONYA yang telah ”direbut” dan menjadi milik salah seorang anggota super grup Indonesia.

Kisah kasih SONYA dengan Yok Koeswoyo bermula dari panggung pertunjukan juga. SONYA yang senang nyanyi itu, merupakan pengagum dari supergrup Indonesia ”KOES PLUS” . Dari kekaguman itu bersemi cinta yang tertuju pada Yok. Cinta itu pula yang menyeret SONYA untuk segera pindah ke Jakarta, hingga akhirnya SONYA dan YOK KOESWOYO menghadap kealtar. Perkawinan dari anak kelahiran Tomohon ini penuh temperamen kegembiraan dengan pemuda kelahiran Malang yang serius dengan lagu ini, membuahkan dua putra putri Rangga dan Sari.

WAKTU : dengan lagunya waktu agaknya Yok secara tak sadar mengucapkan kecemasan akan datangnya waktu berpisah dengan SONYA tersayang.Ketika lagu itu muncul secara tak disadari,ternyata waktu telah semakin dekat untuk berlalunya sebuah kemanisan hidup. Renungkan :

Tak terlupakan waktu kau berlalu – mengapa oh mengapa, kau pergi dari sisiku

Perpisahan itu memang pedih,tapi Yok didepan”SONATA” mencetuskan ketabahannya: ”sudahlah, semua ini saya terima sebagai suatu kehendak Tuhan” ,senada dengan lirik lagunya diawal tulisan ini: esok masih menantimu ku biarkan kau pergi.

Sebagai seorang suami dan ayah Yok memiliki penyesalan yang mendalam seperti seperti katanya kepada Pemimpin Umum Sonata Djoko Prayitno dan Erick Charen yang menemuinya sore setelah pemakaman Sonya:”saya masgul, kenapa saya membiarkan Sonya duduk dibagian kanan mobil”. Ketika selesai makan diluar kota itu, sebenarnya Yok sudah merasakan hal yang kurang enak. Biasanya SONYA senang duduk dibagian kiri,tapi sore itu tiba-tiba masuk kekanan,dan pintu belakang kanan mobil milik Yon itu langsung dikunci. Ketika Yok minta agar SONYA pindah,istrinya malah marah dan berkata:”sudahlah papa dikiri saja”. Maka Yok pun terpaksa memutar lewat belakang mobil,dan masuk serta duduk dibagian kiri belakang mobil. Tragedi memang menyedihkan.Tapi kesedihan itu akan berujud lain, andai kata sore itu yang duduk dibagian kanan bukan SONYA,tapi Yok sendiri.Kalau ini terjadi,tragedi apa pula yang akan terjadi atas KOES PLUS segagai sebuah grup musik? .

Bahwa tragedi itu bakal terjadi, sebenarnya sudah ada beberapa orang yang bisa merasakan lebih dulu.Ny.Tulaar yang nampak masih gesit itu berkata kepada Sonata dalam logat Minahasa tercampur bahasa Belanda dengan pengucapan yang sangat fasih: ”Seminggu sebelum kejadian ini,saya saya seperti dicekam rasa takut.Entah kenapa, biasanya setiap ada interlokal dari Jakarta, saya jadi gembira karena mungkin akan mendengar kabar dari anak-anak yang bercerita tentang kelucuan cucu-cucu saya. Tapi seminggu terkhir, setiap ada bel dari Jakarta,saya langsung berdebar-debar btak karuan...........

TERBANG: Bukan hanya Ny.Tulaar sebagai ibu kandung Sonya yang mendapat firasat kurang sedap itu. Susy istri Yon sebagai warga yang mempunyai hubungan paling intim dengan Sonya, mempunyai banyak cerita tentang firasat yang dirasakan sebelumnya.

”Sejak pagi dihari naas itu, saya merasa aneh melihat mbak Son” kata Susy dengan bahasa Indonesia dialeg sala ” Kalau biasanya mbak Son perlente dan selalu tampak cerah, hari itu kelihatanya kumal dan mukanya pucat”

Tapi yang paling menonjol sebagai suatu firasat, adalah kalimat-kalimat Sonya beberapa hari sebelum terjadinya malapetaka itu.Karena Sonya merencanakan untuk pergi ke Singapura, menjelang raya Natal ia telah berpamitan pada kawan-kawan dan familinya yang terdekat katanya:”saya mau terbang nih” yang mendengar hanya menganggap sebagai pamitan biasa,hingga tanpa curiga bertanya: Kapan pulangnya?

Jawab Sonya pula: ”kalau sampai tahun baru belum pulang, saya tidak akan kembali”. Tahun baru yang lewat memang keluarga kompleks Koes Plus di Cipete tak sempat merayakan datangnya tahun 1974 bersama Sonya yang telah tidak kembali.Sonya telah terlebih dulu kembali keharibaan Tuhan penciptanya.

SARAPAN: Adalah mencurigakan, bila orang yang akan keluar makan bersama tapi”ngambeg” ingin sarapan lebih dulu. Tapi itu benar-benar terjadi atas diri Sonya sebelum mereka berangkat, Sonya masih sempat ingin sarapan, kendati Yon telah menstarter mobilnya dihalaman dan tinggal menuggu Yok dan Sonya.

Kata Sonya:” Aku mau sarapan dulu”

Kemauan itu dicegah oleh suaminya” Kau ini lucu, orang mau makan kok sarapan dulu” Tapi apa jawab Sonya:”Kalau aku nggak sarapan,bisa mati dijalan nih!”

Menurut Susy, menjelang mereka berangkat saja,sudah terasa akan hal yang bakal murung. Susy sebenarnya agak segan , dan ingin tidur hari itu,meskipun hatinya juga ingin melihat tanah yang baru di beli oleh Yon suaminya diluar kota. Menyambut rencana kepergian itu, Yok berkata: ” Kalau Mas Yon sayang bensin, biar aku yang tanggung” kata Yok pada Susy. Karena keinginan bersantai dalam merayakan Natal dan penutup tahun, akhirnya mereka pun pergi.

Susy bercerita pula tentang sepulang mereka dari makan itu:” Semula Gerry didepan bersama saya. Entah kenapa dia ngadat terus. Ia ingin memasukan kaset tapi tidak bisa . Setiap saya bantu malah nangis. Melihat Gerry yang ngadat terus mBak Son membujuk dan mengajaknya duduk dibagian belakang dan bermain-main dengan Rangga dan Sari,memang Gerry agak tenang”.

GELAP: Minie Cooper itu sendiri memang jalanya ngebut, kata Yon Koeswoyo ketika ditemui di ruang VIP RS Fatmawati ”maklum mobil baru. Nomornya juga masih merah diatas putih dengan buntut YY yang menandakan nomer percobaan”

”Ketika mobil itu nyelip,saya merasakan adanya kengerian”sambung Susy” Perasaan saya terbukti ketika dari depan saya lihat truk mendekat. Saya masih melihat bagaimana truk itu menhantam Minie cooper, dan bagaimana truk itu tidak terkendalikan. Ketika mobil kami berhampiran dan terasa angin deras,kemudian saya mendengar benturan keras. Lalu semuanya gelap truk itu menutupi mobil kami. Sekitar saya gelap. Saya tengok ke belakang remang-remang nampak mBak Son yang berlumuran darah, saya panik untuk kemudian hanya dapat menjerit sekeras-kerasnya. Dalam panik itu saya masih bisa mencari jalan keluar lewat kaca depan yang sudah terkuak lebar sedang pintu tak bisa digerakan. BERSAMBUNG...

SUMBER: Majalah SONATA medio Januari 1974

Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KOES PLUS

Rabu, 24 Juni 2009

SENSASI-SENSASI YUKAWI

Nama Nomo Koeswoyo barangkali bakal dicatat sebagai legendaris dalam blantika musik; sebagai otak menager dari mulai yang penuh sensasi humor sampai yang keras2 gawat!!Coba anda catat sensasi2 yang nyelekit dalam persaingan blantika musik ini.

Contoh kesatu :

Dialah yang memimpin acara jumpa pers, tatkala No Koes pertama kali didirikan diawal tahun 73. Dia memiliki sensasi2 yang galak, tatkala menyelamati nama band-nya itu dengan nama NoKoes. Asosiasi public musik bisa saja kearah kata” Anti Koes Plus”. Sensasi lainnya misalnya bikin band dengan nama PATAS Tanpa Murry.

Kedua:

Dalam jumpa pers dulu, Nomo sengaja menyuruh crew NoKoes lainya (yang bekas Usman Bersaudara) ngumpet dari pers. Pers hanya mampu menduga-duga siapa sebenarnya yang lungguh dibelakang formasi No Koes kala itu. Ini merupakan sensasi besar, sebab setelah itu pers lantas sibuk mencari data tentang No Koes. Dengan begitu berita NoKoes selalu hadir di mas madia.

Ketiga:

Sampai beberapa album banyaknya, No Koes muncul dalam cover plat + kaset tanpa foto para pemain. Dengan begitu, pers-pun tetap disibukan dengan ulah Nomo ini.

Keempat:

Tampilnya semacam perang urat syaraf dengan sesama saudara, yakni versus Koes Plus, yang sampai saat ini ber-alas-kan permadani kemewahan Remaco: dilungguhkan sebagai ”Dewa dalam musik”

Itu barangkali sebagian kecil yang bisa diingat. Begitu pula tatkala Yukawi menampilkan nama Kembar Group (Bar Bros) dan No Bo. Kalau Bar Bros konon melungguhkan kembali kharisma pop duet Yon-Yok, maka NoBo punya dua biji sensasi atau lebih,yang sama persis dengan sensasi ala NoKoes. Dari namanya jelas se-olah2 menimang2 kemampuan Bimbo. Sudah tahu musiknya mirip2 Bimbo, kenapa dikasih nama NoBo? Bikin merah muka anak Bimbo aja !.Kedua dalam album pertama group itu,Yukawi tanpa menyebutkan:ciptaan siapa lagu2 itu. Kecuali kata2: ciptaan NoBo begitu saja. Dengan sendirinya, pembeli kaset/plat Cuma mampu bertanya2. Saking besarnya tanda tanya, dan saking hebatnya persamaan NoBo dengan Bimbo,maka publik Bandung pun gempar dengan peredaran kaset ini. Misalnya beberapa komentar penyiar radio di Bandung, macam yang dikutip Aktuil dari mulut Wawan:” Beberapa radio Bandung sebelum memutar lagu NoBo lebih dulu berkomentar: Ini merupakan group Bimbo yang merekam lagu2nya di Yukawi. Lantas ada komentar lain yang mengatakan,kono Nomo Koeswoyo dan NoKoes-nya join dengan Bimbo dan membuat nama group NoBo. Dan ada lagi yang konyol.Konon No Koes membuat lagu2 ala Bimbo dan direkam di Yukawi”. Bukan main memang intrik sensasi ini. Dan jangan dilupa pula bahwa peredaran kaset/plat NoBo Vol.1 juga tampil tanpa gambar tampang pemain. Dan hingga saat berita ini ditulis, ternyata NoBo masih belum mau pula untuk mengadakan jumpa pers macam dulu2. alasannya ” Biar orang2 mencari dia dulu!” kata Nomo. Ini memang sensasi sampai2 sang bapak ’ Koeswoyo Senior geleng kepala dengan sensasi Nomo. Komentarnya Cuma sekalimat ini: ”Mas Nomo memang ulet orangnya!”. Karena uletnya itulah, tatkala dibulan Januari; Tonny Koeswoyo ber-ulang-tahun,maka benggolan Koes Plus itu menyempatkan diri ke Yukawi.Tanpa diduga Tonny berbisik pada Nomo:” Kowe luwih sukses timbang aku" ( kamu lebih sukses ketimbang saya). Sudah tentu kalimat ini bukan dibisikan didepan kuping wartawan, tapi hasil wartawan menjiplak omongan Nomo Koeswoyo. Adakah omongan satu ini juga sensasi?? Saya kira tidak sebab dalam blantika ini, konon semua cara yang ugal2-an sekalipun dibiarkan saja. Contoh iklan2 yang banyak ngebohong!.

Sumber: Majalah AKTUIL

Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KOES PLUS

Ada kesalahan di dalam gadget ini