KISAH PANJANG KOES PLUS


SUMBER: Majalah TOP No. 26
KOES PLUS memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik dengan band Teen Ager’s Voice yang dibentuk Tonny Koeswoyo sekitar tahun 1952.Setelah bertukar nama menjadi Irama Remaja dengan anggotanya Sophan Sophian ,band ini terpaksa dikubur untuk kemudian Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak2 pak Koeswoyo itu terselip pula nama Jan Mintaraga yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik. Baca Kelanjutannya..

Jumat, 31 Juli 2009

Murry's Group

TERNYATA MURRY
Tidak meninggalkan Murry’s Group….

Ketika Murry kembali mencecahkan pantatnya dibelakang peralatan drum-set kelompok KOES PLUS ’78, banyak orang tercengang sekaligus bertanya:Lho,Murry kok balik kembali ke KOES PLUS, lantas Murry’s Group bagaimana….?

Sebenarnya hal itu tak perlu dirisaukan. Karena seperti juga pemusik-pemusik lain, Murry yang tak pelak lagi merupakan tenaga andalan di Koes Plus, ingin jalan sendiri dengan idea dan kreasi pribadi.Murry’s Group adalah manifestasi semua itu. Dimana dia bakal popular, terserah penilaian masyarakat, tapi yang jelas album pop Indonesia mereka yang paling baru ANAK CUCU berhasil memecahkan rekor penjualan kaset di seluruh Indonesia. Tapi bukan karena diobral “seribu tiga…..”

Musik MURRY’S memang patent. Dia mempunyai spesifik sendiri. Pukulan drum yang dimainkan oleh Murry barangkali merupakan factor “kekhususannya”.Namun lebih jauh lagi,Murry yang bertindak sebagai “motor” Murry’ Group memiliki konsep yang mantap. Khusus dalam penampilan lagu-lagu komersiil tanpa meninggalkan unsure mutu tentunya.. Bisa saja dengan kondisi seperti ini, group ini akan merupakan group “all round”, sekaligus kelompok yang cukup kuat dipasaran kaset.

Sukses yang dicapai lewat album “ANAK CUCU”, agaknya Murry ingin mengembangkan sayap lebih lebar. Sasaranya kali ini adalah POP DISCO. Hal ini barangkali diilhami keberhasilan The Step’s dengan Marini, yang sudah terlebih dahulu sukses dengan album Disco. Tapi lepas apakah ini “menjiplak” dari kesuksesan The Step’s atau tidak, yang pasti sasaran yang dituju oleh Murry’s Group memang tepat. Sebab group yang dibauri dengan “bau” KOES PLUS ini, ternyata tidak seratus persen berkiblat ke sana. Pop Disco yang ditelurkannya itu, merupakan satu bukti, bahwa Murry punya konsep tersendiri untuk bisa mensukseskan groupnya ini.

Pop Disco yang ditampilkan Murry’s Group kali ini,tidak menggunakan sedikitpun “alat tiup”. “berbeda dengan lagu-lagu disco yang biasa kita dengar,kita sama sekali tidak menggunakan peralatan tiup (brass). Yang patut digaris bawahi, bahwa walaupun kita mengambil beat-beat disco dari Barat, namun ciri Indonesia tidak kita tinggalkan.. Beat Barat, tetapi nada tetap Indonesia. Seperti nomor lagu PENYIAR, beatnya kita ambil dari lagu BOB JAMES. Saya kira, selama Murry’ masih mampu membikin lagu sendiri, Insya Allah kita tidak akan menyadap lagu-lagu luar. Alasanya, kecuali effek negative Masyarsakat pada Murry’ juga sedikit banyaknya kita punya prinsip, biar jelek-jelek toh punya sendiri iya toh…….”,tukas Murry ketika dijumpai VARIASI di Stodia rekaman Irama Tara.

Barangkali inilah yang kita sayangkan. Ternyata dalam menelorkan album Pop Disco ini. Murry masih juga berkiblat pada lagu-lagu Disco Barat.Apakah hal ini membuktikan bahwa musisi kita tidak mampu membuat Pop Disco orisinil INDONESIA?? Sebab ini penting sekali. Karena album-album Disco yang keluar selama ini, yang benar-benar orisinil Disco Indonesia tidak ada. Jadi kalau saja Murry yang dikenal sebagai “motor” penggerak Murry’s Group, bisa menelorkan apa yang dikatakan tadi, tentunya merupakan hal yang menggembirakan. Berarti telah terjadi “evolusi” dibidang musik Indonesia.

Agaknya apa yang diungkapkan tadi, masih diperlukan waktu yang panjang. Karena ternyata apa yang diturunkannya dalam album Pop Disco ini, Murry’s Group telah tampil dari karya-karya Disco Barat yang sudah ada.. Cuma lyriknya yang digarap oleh person-person Murry’s Group. Murry ( Mari Berdansa),Harry ( Nenek Tua,Goyang),Ukky ( Malam Sunyi, Hanya Kenangan) dan Pius (Tetap Kucari). Kita tidak bisa berkomentar panjang lebar dengan musik-musik hasil adaptasi dari negeri luar. Namun yang pasti, rekaman Murry’s kali ini memang mempunyai kebaruan. Kebaruan dalam meng-adaptasi lagu-lagu orang.Apakah hal ini disetujui juga oleh IKARI.kita masih belum tahu...(iwan)

Sumber: VARIASI no.236, 15 Juni 1978
Ditulis ulang sesuai ASLINYA untuk penggemar KPB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

test komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini