KISAH PANJANG KOES PLUS


SUMBER: Majalah TOP No. 26
KOES PLUS memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik dengan band Teen Ager’s Voice yang dibentuk Tonny Koeswoyo sekitar tahun 1952.Setelah bertukar nama menjadi Irama Remaja dengan anggotanya Sophan Sophian ,band ini terpaksa dikubur untuk kemudian Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak2 pak Koeswoyo itu terselip pula nama Jan Mintaraga yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik. Baca Kelanjutannya..

Jumat, 08 Mei 2009

BINCANG-BINCANG DENGAN TONNY KOESWOYO

Bincang – bincang ini meliputi aspek dan prospek dunia musik Indonesia,falsafah dan tentang KOES PLUS sendiri. Dari bincang2 ini kita dapat menilai sampai dimana intelektualisme Tonny serta Koes Plus yang berusaha membina dan mengembangkan blantika musik Indonesia:

Bagaimana perkembangan group band dan vocal group di Indonesia menurut kacamata Koes Plus?

Tonny: Saya kira tidak susah untuk mengatakan,tetapi pada garis besarnya group band di Indonesia ini kalau kita tinjau dari segi vocal sesungguhnya ada pertumbuhan,tetapi dikatakan sampai dimana perkembangannya saya kira kita sedang mulai. Kalau kita pikir group yang bagus dengan teknik yang baik seperti Bee Gees atau misalnya The Beach Boy’s,yang mengutamakan vocal disamping musiknya. Saya kira bukan suatu vocal group apabila penyanyinya memainkan alat musik.

Saya dengar Tonny Koeswoyo pernah punya gagasan untuk membentuk suatu Union yang sedikitnya terdiri dari lima group di Indonesia, seperti yang dikatakan Benny Panjaitan dari Panbers, bagaimana realisasi selanjutnya?

Tonny: Memang ini suatu kemauan dari kelompok-kelompok musik sekarang,tapi rupa-rupanya saya kira kita masih harus memilih sampai dimana dedikasi yang dipunyai untuk musik. Sebab saya rasakan adanya sifat yang angin-anginan ,sehingga kurang bisa dipertanggungjawabkan. Maksud saya yang bisa diharapkan untuk memikirkan seratus persen dalam hal ini. Disamping itu juga kita mempunyai satu perkumpulan band sendiri. UNION semacam itu perlu sih perlu, tapi kita masih harus dapat membaca situasinya lebih dalam lagi, terutama kita tinjau dari segi keperluannya. Seluruhnya kita himpun lantas diharapkan ada proteksi yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan suatu pengaruh, dimanan group2 musik tumbuh seperti yang kita harapkan.


MAPAN

Bila ada sementara pendapat dalam masyarakat yang menyebutkan musik KOES PLUS telah MAPAN, bagaimana reaksi dari TONNY sendiri ?

Tonny : Saya sendiri kalau mendengar pendapat seperti itu agak takut sedikit. Soalnya begini : Group musik yang mulai berdiri biasanya antusias sekali semangatnya. Kita pernah mengalami hal seperti itu, sehingga pada suatu waktu timbul satu pemikiran dari masing2 anggota yang bagaimanapun juga punya perbedaan2 pendapat satu dengan lainya. Kadang2 timbul satu pemikiran dimana masing2 seakan-akan menganggap dirinya itu menentukan dalam kelompok musik. Ini rata2 dialami pada kelompok-kelompok musik yang menjelang puber. Pada waktu demikian ini si pemimpin harus pandai-pandai mengerti keadaan bagaimana caranya mengatur segi2 psikologis demikian rupa sehingga bisa dengan tenang melalui masa puber itu. Kalau masa itu tidak bisa dilalui kita biasanya mengalami hal2 negatif, misalnya seperti perpecahan, atau gampang tersinggung sampai dia punya “espritde corps”nya hilang lantas mati………..Jadi apabila keanggotaan dalam sebuah group dalam arti kata “karier “,sedikit banyaknya sudah bergabung lama, maka ia telah mendapat kedewasaan.

Banyak orang berpendapat bahwa group musik bersaudara kandung semacam Koes meskipun ada embel2 “Plus” Murry, atau juga Panbers, susah sekali jatuhnya. Benarkah demikian ?

Tonny: Saya akan memberikan jawaban dari dua macam analisa. Kalau dari segi hubungan darah memang ada semacam instink bahwa merekan tidak akan gampang berantakan. Tapi misalnya dari segi lain katakanlah kedisiplinan memang agak kurang, sehingga kalau tidak ada kesadaran yang matang, yah agak susah juga dihindarkannya. Ini betul-betul pengalaman dan baru kali ini diomongkan. Problema seperti ini dapat dipecahkan yaitu apabila ada salah satu yang penuh pengertian mendalam , dan juga mengerti bagaimana memberi pengertian pada mereka. Sesungguhnya kita ini memegang stir dalam satu karier dimana kita semua turut menentukan. Ambil saja contoh Bee Gees, merekapun toh pernah pecah juga. Kita harapkan dengan unsur pengertian ini bisa lebih baik untuk kepentingan kelompok musik bersaudara. Unsur kekeluargaan terlalu mendalam sehingga misalnya disiplin latihan mengandung konsekuensi yang berat. Kebiasaan seperti ini bisa sedikit demi sedikit dipecahkan dengan menanamkan dalam2 tujuan karier.

Bagaimana sejarahnya dan latar belakang sampai Koes Bersaudara bisa rubah menjadi Koes Plus, dimana Nomo dan John tidak ada lagi ?

Tonny: Pertanyaan ini persis jawabanya sebagai sambungan dari pertanyaan yang belakangan tadi. Kejadian yang ditanyakan itu merupakan pemecahan dari kelompok musikus bersaudara yang melewati masa pubernya. Dan masa puber itu kita lewati dengan cara plebisit, sehingga drummer kita yang lama jadi official dari Koes Plus. Soal John, memang dulu bassist kami, tapi pada tahap rekaman untuk Irama. Dan sekarang dia sudah bekerja begitu selesai rekaman, karena dia punya kemampuan dibidang Teknik. John jugalah yang menolong dibidang materi berdirinya Koes Plus, disamping memberikan bantuan moril dalam membantu rekaman. Kalau boleh saya katakan bahwa Koes Plus dengan selamat telah melewati masa puber.

Dulu anda pernah ,mengatakann bahwa Koes dipengaruhi sedikit musik Jawa seperti yang terdapat dalam lagu DERITA, berupa gamelan Anoman Melempar Sampur. Bagaimana dalam L.P. berikutnya adakah unsur musik jawanya?

Tonny : Untuk lagu Derita, sebenarnya bukan mengambil unsur jawa sepenuhnya, walaupun dalam teknik vocalnya memang itu kita ambil dari ilmunya nenek moyang kita. Belakangan ini lagu Mari-Mari kita ambil dari irama Topeng Jakarta. Dan kalau perlu sebagai tambahanya kita akan ambil banyak sekali termasuk unsur2 gamelan Bali yang idenya sudah ada tinggal menentukan timing yang praktis baik.

ROLLIES

Sedikit Menyimpang, saya ingin menanyakan bagaimana pendapat Tonny tentang L.P.2 Rollies yang nampaknya kurang laku dipasaran itu?

Tonny: Waduh... ini pertanyaan gawat juga, tapi tak apalah akan saya jawab seperlunya. Menurut saya musik Rollies baik sekali dan saya yakin kalau ditanyakan pada rekan2 Rollies tentang musik mereka sendiri tentu akan menjawab bahwa: Karya mereka merupakan suatu refleksi jiwa yang dilahirkan dalam bentuk musik yang maksimal, seperti yang dikehendaki hati nurani mereka yang paling dalam. Disamping itu juga kita harus menyadari bahwa seseorang tidak begitu saja pandai membaca atau menulis, begitu pula dengan musik, kalau kita tidak bisa membedakan bagaimana menulis lagu lantas disertai dengan akal tentu saja tidak akan bisa. Bahkan kalau kita pikir katakanlah musik yang paling primitiv seperti komedi kucing, anjing ( artis jalanan ) memang sifatnya primitiv tapi nilainya tidak, dan saya kira tergantung dari mana kita menilai, bagaimana kondisi dan situasi waktu kita menilai. Misalnya lagu klasik yang berat dari Bach, atau juga musik sekarang dari John Sebastian dan lainya, musik seperti itu punya nilai konsentrasi yang sangat tinggi, dan coba sekarang mainkan di satu Nite-Club yang banyak orang2 minum Whisky sambil peluk-pelukan,tentu saja akan jadi tidak karuan dan lantas orang-orang pada bubar. Ada pula sebuah anekdot yang pernah mengatkan perbuatan seperti itu sebagai tidak karuan, tapi siapa tahu tingkah seperti itu untuk nyentrik. Dalam musik ada pula yang ngaku aliran progresive, biar tidak terlalu malu, ada yang begitu itu.

Bagaimanan kisahnya sampai KOES PLUS berlompatan dari Dimita ke Remaco dalam album kedelapan ini ?

Tonny : sebetulnya bukan soal komersiil dan sebagainnya,tapi kita hanya ingin menyajikan kasnya kita di piringan hitam dengan suara yang lebih bagus seperti yang diinginkan masyarakat.Jadi sebenarnya move kita ini tidak lain dari pada mencerminkan kehendak penggemar2 kita. Kita ingin menghasilkan sound yang lebih baik. Kalau soal honor itu saya kira diseimbangkan dengan kemampuan kita. Kalau kemampuan kita besar barang tentu kita akan mendapatkan penghargaan yang agak lumayan. Perusahaan itu tidak akan begitu saja meng-iyakan apa2 atau begini2 yang dikatakan kita, tapi dia juga memerlukan perhatian di bidang komersiilnya. Untuk group musik lain saya harapkan agar bisa menumbuhkan kreasi2 yang something new, tapi tidak bisa lepas dari selera. Memang ada satu mpendapat yang mengatakan bahwa ” bukan musik yang harus mengikuti masyarakat tapi justru masyarakat yang harus mengikuti musik” . Tapi sesungguhnya dua2nya berlaku timbal balik. Yang penting musikus melahirkan karya2nya yang bisa dinilai oleh masyarakat.



PASARAN LP

Sampai saat ini lagu2 yang dibuat di Indonesia belum ada yang bisa masuk diluar,yah paling sedikit Top-Ten di Singapura. Apakah hal ini dikarenakan karya-karya musikus kita kurang kena atau memang label P.H. di Indonesia masih jauh dibawah hasil rekaman di luar negeri ?

Tonny : Setiap jenis blantika (business), apa itu film, bidang show,kesenian, pariwisata dsb,jangan dikira setiap company gampang begitu saja ingin menancapkan kuku untuk pemasaran seluas2nya disetiap tempat. Kita lihat bagaimana Policy dari Polidor,untuk menguasai pasaran dunia, bagaimana pula perjuangan policy dari E.M.I serta policy dari company2 lainya. Di Indonesia kita masih kurang teratur untuk berpikir seperti diluar negeri dalam berjuang untuk marketing. Apa sebabnya perusahaan ANU begitu populer, tapi perusahaan sejenis yang lain kurang populer, dalam P.h. juga demikian. Makanya sebelum kita bicarakan soal ini kita harus mengetahui bagaimana sesungguhnya blantika musik itu.

FILM

Saya dengar Safari Sinar Sakti Film Corp akan membuat film tentang kisah perjuangan KOES BERSAUDARA. Kapan realisasinya?

Tonny: Soal itu masih dalam taraf pengolahan dan bagaimana ketentuannya nanti kita tunggu saja.Persiapan2 memang sudah ada, kita hanya menunggu skenarionya, apakah wajar bisa diterima atau tidak oleh kita, baru kita menentukan apakah kita mau ikut jadi pemain didalamnya. Yang kita harapkan film itu akan mempunyai nilai historis . Di dalam film itu pula ingin kita tekankan bahwa sukses seseorang bukanlah monopoli suatu keluarga kayaraya. Bukan. Kita mulai dari modal dengkul namun kita punya brain atau ide2 yang kita kerjakan untuk masyarakat, maka Tuhan akan memberikan jalan tentuNya.


NUSANTARA- 2

Apa argumenya sehingga lagu Nusantara kemudian dilanjutkan dengan Nusantara II ?

Tonny : Dasarnya memang bukan mau monopoli lagu Nusantara itu, tapi ada terpetik didalam hati untuk membuat lagu pujian buat Tanah Air, dan rasa syukur pada Tuhan YME. Lagu syukuran ini akan dapat didengar oleh semua bangsa Indonesia, bahwa Tanah Air yang dikaruniakan kepada kita adalah yang subur,romantis, indah, tak ada kecewanya. Lautan yang diungkapkan sebagai KOLAM SUSU oleh Yok dala volume VIII adalah lautan yang kekayaannya berlimpah2, sampai perusahaan penangkap ikan Jepang tidak mau mencari Ikan dilautannya sendiri, tapi justru menangkapnya dilautan Indonesia. Hal itu dikarenakan mereka melihat bahwa Indonesia mempunyai kolam susu. Pengertian lain sebagai tema pembangunan bahwa kita semua harus mempunyai tanggungjawab. Jadi yang penting dedikasi KOES PLUS sejalan dengan pendapat dimana sebenarnya amal perbuatan manusia yang paling baik bukan sekedar sedekah, tapi selama kita hidup harus mempunyai karya2 yang ada manfaatnya untuk dinikmati masyarakat.


THEMA LP-8

Thema apa saja yang dimasukan dalam LP 8 dan irama apa saja yang mencakup disana ?

Tonny: Volume 8 ini, pada bait2 yang biasa dan pada koornya kita ambil beat biasa saja. Kemudian ada sebuah blues biasa lantas ada lagi lagu yang agak cepat ritmiknya yang ditulis Yon. Selebihnya kita kembali ke bidang lama. Dalam vol. 8 ini belum bisa diketengahkan beat2 baru, namun nanti di vol.9 kita akan kemukakan beat2 dengan unsur dialek daerah.


SOLO SINGER

Bagaimana pendapat Tonny tentang perkembangan penyanyi solo sekarang ini ?

Tonny : Saya kira ada dua unsur yang harus ditelaah. Unsur pertama dari diri si penyanyi dan yang kedua adalah datang dari group yang mengiringinya. Kadang2 komposisi lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi tidak in on line dengan warna suara (timbre) si penyanyi, sehingga kewajaran dan kemantapannya kurang didapat oleh pendengar. Kalau Cuma untuk menyanyi begitu saja, ini berbahaya sekali karena akan menurunkan kwalitas atau standar di masyarakat. Ambil contoh seorang penyanyi keroncong akan susah untuk lari ke Jazz, atau misalnya ke Pop masih ada bahan sedikit. Pokoknya yang penting harus natural wajar. Kita tidak bisa bicara lebih jauh karena disamping itu ada juga pertimbangan komersilnya. Penyanyi yang baik diharapkan bisa menemukan satu kompunis atau penulis lagu dimana yang punya pengertian bagaimana membuat lagu yang sesuai untuk si penyanyi. Baru bisa maju.

SUMBER: Kliping majalah AKTUIL
Ditulis sesuia ASLINYA

Apa pendapat Anda tentang TONNY KOESWOYO setelah membaca artikel ini ? berikan komentar anda.....

1 komentar:

  1. hebat kalau kliping-kliping semacam ini banyak dimuat sekarang, setidanya di website, sehingga memberikan wawasan yang lebih bagaimana sosok Tonny yang berhasil membentuk band besar di Tanah Air, berpendapat dalam banyak hal.

    BalasHapus

test komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini